Insight dari buku Manage Your Day to Day

Insight dari buku Manage Your Day to Day

Pertama kalinya aku baca buku ini. Ya, judulnya Manage Your Day to Day: Kembangkan Rutinitas, Kontrol Teknologi, Tentukan Fokus, dan Asah Kreativitas. Begitu judul lengkapnya.

Buku ini lebih ke kumpulan tulisan seorang TOP DUNIA berbicara tentang hal yang disampaikan di atas.

Intinya gimana setiap harinya kita PRODUKTIF dengan punya rutinitas, fokus, kontrol, dan kreativitas.

Menyusun Prioritas

Agar hari kita maksimal dan mengerjakan pekerjaan dengan baik. Maka kita mesti menyusun PRIORITAS.

Berapa banyak kita menunda pekerjaan hanya karena meninghadari ‘rasa sakit’ saat mengerjakannya.

Hehe. Aku begitu. Tapi sekarang gimana caranya memaksa diri untuk gak begitu. Yakni menghindari pekerjaan yang ‘menyakitkan’.

 

Abaikan Hal Remeh Temeh

Lalu abaikan hal yang remeh temeh. Berapa sering kita mengecek notifikasi sampe kita lupa dengan prioritas yang mestinya kita kerjakan saat itu.

 

Temukan Waktu Terbaik untuk Berkarya

Penting juga untuk tetep bisa BERKARYA walau di tengah kesibukan. Bener banget nih nasihatnya. Sebenernya aku udah tau nih, tapi karena gak dipraktekkin. Jadi lupa. Sekarang dipraktekkin lagi.

Yakni memilih waktu untuk berkarya. Dimana waktu ini energi kita masih FULL. Ya seperti halnya aku menulis blog post ini.

Aku menulis sebelum menjalani aktivitas yakni setelah shalat shubuh. Karena aku bekerja. Jadi mesti bisa mengatur skala prioritas ku.

 

Temukan Pemicunya!

Latih dengan memunculkan ‘pemicu dalam’ kalau bahasa psikologinya temukan jangkarnya. Karena dijelaskan Stephen King kalau menulis pasti memutar musik yang sama agar bisa merasakan ‘feel’ yang sama saat berkarya.

Tak Perlu Banyak, yang Penting Konsisten.

Aku nulis buku itu maksain. Supaya cepet selesai. Akhirnya belom kelar juga. Nah dari insight ini aku bakalan lanjutin naskah ku. Walau sehari hanya 1 halaman. Tapi yang paling penting konsisten.

 

Ternyata Rutinitas itu….

Begini awalnya aku tau rutinitas itu kegiatan yang membosakan dan monoton. Tapi dalam buku itu aku tak menemukan kata yang memframing kalau rutinitas itu tak baik, dsb.

Justru aku menemukan makna sebaliknya. Yakni rutinitias itu penting dan membantu. Misalnya rutinitas itu ngebantu produktivitas.

Logika sederhananya adalah rutinitas hal yang biasa kita lakukan. Maka kalau udah terbiasa mestinya kita akan jauh lebih efisien dalam pengerjaannya.

Bener juga tuh. Soalnya aku ngerjain website dari deadline kantor. Karena aku terbiasa ngulik website dan udah sering ngalamin yang namanya trouble. Maka terbiasa dan efisien tuh ngerjainnya.

Maka kalau aku mager ngerjain yang lain. Itu bukan akunya yang gak bisa. Tapi belom terbiasa. Belom ada rutinitas yang terbentuk. Gimana kebayang?

Asli ini yang bikin aku bersemangat mengerjakan perkerjaan yang belom menjadi rutinitias. Yakni menulis naskah iklan alias copywriting, nulis konten untuk blog dengan topik yang gak biasa aku tulis.

Ah. Bersyukur bisa bertemu dengan buku. Aku tau buku sejak lama sebenernya (tepatnya pas terbit). Tapi aku belom ingin membelinya. Karena promo di google play books. Makanya aku beli. Hehe.

Sebelum aku akhiri tulisan ini. Aku akan mengutip yang menurut ini keren dan bisa dijadikan renungan.

“Yakni, rasa gelisah menunda nunda sering membuat orang justru kurang bekerja keras di kemudian hari”

Segitu aja yak. Aku udah mulai beres beres. Haha.

See you the next post!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FREE EBOOK + WEBINAR

Dapatkan Ebook Pengembangan Diri untuk Kebahagiaan, Keahlian, dan Motivasi Anda dan WEBINAR Cara Jitu Jadi Blogger Produktif!




BERHASIL! Cek Email untuk lebih lanjut!